Sabtu, 21 Oktober 2017

Luas tanam bawang merah Bantul diprediksi turun

id bawang
Luas tanam bawang merah Bantul diprediksi turun
Ilustrasi (antaranews.com)
Bantul (Antara Jogja) - Luas tanam bawang merah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diprediksi menurun pada musim tanam pertama 2017 dibanding luas tanam tanaman hortikultura itu pada musim tanam kedua 2016.

"Turunnya luas tanam bawang pada musim tanam pertama 2017 karena banjir yang terjadi pada masa panen musim tanam kedua 2016, akibatnya petani tidak dapat menyimpan benih," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bantul Suroto di Bantul, Selasa.

Menurut dia, jika pada musim tanam kedua periode Juni-Juli 2016 luas tanam bawang merah mencapai 300 sampai 400 hektare, pada musim tanam pertama 2017 periode Februari-Maret diperkirakan hanya seluas 100 sampai 150 hektare.

Suroto mengatakan tanaman bawang merah di wilayah Bantul tersebar di empat kecamatan yang meliputi wilayah Kecamatan Sanden, Srandakan, Kretek dan sebagian wilayah Imogiri.

"Selain faktor cuaca pada musim tanam lalu, penurunan luas tanam bawang merah juga disebabkan mahalnya harga bibit bawang merah. Harga bibit bawang merah di tingkat petani saat ini mencapai Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram," katanya.

Ia mengatakan para petani bawang merah di empat kecamatan tersebut pada musim tanam pertama 2017 diperkirakan akan beralih untuk menanam padi, sementara petani yang tetap menanam bawang merah, sebagian mendatangkan benih dari luar daerah.

Beberapa benih bawang merah yang biasa dipakai petani Bantul, lanjut Suroto, seperti varietas bima dari Kabupaten Brebes Jawa Tengah dan varietas tajuk (Thailand-Nganjuk) yang berasal dari Nganjuk, Jawa Timur.

"Untuk yang benih lokal ada beberapa varietas seperti crok kuning, tiron, dan biru juga masih ada," katanya.

Sementara itu, kata dia, dalam kondisi cuaca yang diperkirakan masih akan turun hujan, para petani diharapkan dapat melakukan langkah-langah untuk megantisipasi jika terjadi banjir yaitu dengan meninggikan gundukan, juga membuat saluran pembuangan air.

"Padamusim tanam pertama ini petani harus lebih berhati-hati karena hujannya diperkirakan sampai akhir April. Kami juga mengimbau petani menyisihkan hasil panen untuk persiapan bibit pada musim kedua nanti," katanya.
KR-HRI

Editor: Nusarina Yuliastuti

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga