Jumat, 20 Oktober 2017

Semua sekolah Bantul diarahkan sekolah siaga bencana

id Bantul
Semua sekolah Bantul diarahkan sekolah siaga bencana
Kabupaten Bantul (Foto Istimewa)
Bantul (Antara) - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengarahkan semua sekolah menjadi sekolah siaga bencana agar siswa dan guru lebih siap menghadapi bencana.

"SSB (sekolah siaga bencana) suatu keniscayaan, jadi di Bantul Insya Allah seluruh sekolah akan kami arahkan menjadi SSB," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Bantul Totok Sudarto usai peresmian SSB di SD Pandak Bantul, Kamis.

Menurut dia, arahan agar semua sekolah di Bantul menjadi SSB karena Bantul erat kaitannya dengan ancaman bencana terutama gempa bumi yang dapat menimbulkan tsunami juga banjir dan angin kencang.

"Makanya bencana ini harus kita antisipasi kalau sekiranya ada bencana maka anak kita sudah bisa antisipasi sehingga mereka sudah siaga, tanggap terhadap bencana itu," katanya.

Ia menambahkan walaupun segala macam bencana tidak diinginkan terjadi, tetapi manakala semua pihak baik siswa dan guru sudah dilatih keterampilan bagaimana bisa menyelamatkan diri sendiri dan sekitarnya ketika ada bencana.

"Itu harus diikuti oleh para insan pendidikan guru dan anak kita, mengingat anak kita itu berada di sekolah dalam bangunan sejak pagi hingga siang. Ini suatu keniscayaan agar anak-anak kita bisa menyelamatkan diri," katanya.

Totok mengatakan dari ratusan sekolah baik sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Bantul, sudah ada empat SSB yang meliputi dua SD dan dua SMP, sehingga ke depan jumlahnya akan terus ditingkatkan.

"Insya Allah nanti sekolah-sekolah yang lain akan kita tingkatkan menjadi SSB, sebenarnya pada waktu lalu semua sekolah sudah diajarkan mitigasi bencana, tetapi yang sudah meluncurkan baru dua SD dan dua SMP," katanya.

Ia juga mengatakan SSB sudah masuk dalam Kurikulum Pendidikan 2013 secara tematik sehingga setiap pembelajaran di sekolah sudah ada tema yang menyangkut hal itu dan didalamnya bahas tentang kebencanaan.

(KR-HRI)

Editor: Hery Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga