Minggu, 20 Agustus 2017

Gisik Prajani panen cabai seluas 50 hektare

id Panen cabai
Gisik Prajani panen cabai seluas 50 hektare
Ilustrasi (Foto ANTARA/Mamiek)
Kulon Progo, (Antara Jogja) - Kelompok Tani Gisik Pranaji, Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, panen raya cabai seluas 50 hektare dengan hasil produksi rata-rata 0,6 per ons batang atau sekitar 12 sampai 15 ton per hektare.

"Panen cabai sangat bagus. Berat tertinggi per batang 1,4. Produktivitas tanaman cabai cukup tinggi," kata Kelompok Tani Gisik Pranaji Sukarman di Kulon Progo, Jumat.

Ia menyebutkan dari luas tanam 50 hektare, seluas 20 hektare bantuan dari Dinas Pertanian dan Pangan dan 30 hektare ditaman petani secara mandiri.

Saat ini, harga cabai sebesar Rp12 ribu per kilogram. Harga cabai terus mengalami penurunan dalam 2 minggu terakhir.

Awal lelang, harga cabai Rp25 ribu/kg, turun menjadi Rp15 ribu/kg, dan turun kembali menjadi Rp12 ribu/kg.

"Kami berharap harga cabai tidak mengalami penurunan lagi. Biaya operasional penanaman cabai dan pupuk sangat tinggi," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Bambang Tri Budi mengatakan bahwa luas tanam cabai di Kulon Progo seluas 1.500 hektare yang tersebar di 12 kecamatan. Namun, pusat tanaman cabai ada di sepanjang lahan pantai.

"Kami berharap petani memanfaatkan lahan kosong ditanami cabai. Hal ini akan menjadi tambahan pendapatan bagi petani, dan sebagai lumbung pangan," katanya.

Terkiat dengan turunnya harga cabai tingkat petani yang mencapai Rp12 ribu/kg, Bambang mengimbau petani menerapkan pola tanam tidak serentak supaya produksi tidak berlebihan dan selalu tersedia.

Saat ini, beberapa daerah penghasil cabai di Jawa Tengah, Sumatera, dan daerah lain juga memasuki masa panen. Akibatnya, harga cabai mengalami penurunan.

"Harga cabai terjangkau konsumen dan petani tidak merugi," katanya.

Calon Bupati Kulon Progo 2017 s.d. 2022 Hasto Wardoyo menyarankan bahwa petani menerapkan strategi tanaman tahap demi tahap.

Kalau ditaman serentak, menurut dia, akan sebabkan kelebihan produksi, dan harga jual cabai akan turun.

"Strategi tanam cabai harus diubah. Itu teknis dan teknologi. Kami juga mengharapkan petani menerapkan rumah pangan lestari," katanya.***3***

(KR-STR)

Editor: Victorianus Sat Pranyoto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga