Jumat, 20 Oktober 2017

Luasan bawang merah Kulon Progo 534 hektare

id bawang
Luasan bawang merah Kulon Progo 534 hektare
Ilustrasi (antaranews.com) (antaranews.com)
Kulon Progo (Antara Jogja) - Luas tanam komoditas bawang merah di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sejak Januari hingga September 2017 ini mencapai 534 hektare.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Eko Purwanto di Kulon Progo, Senin, mengatakan, khusus pada Agustus, luas tanam bawang merah mencapai 265 hektare.

"Lahan tanaman bawang paling luas di wilayah Desa Srikayangan (Sentolo) mencapai 200 hektare, sisanya tersebar di Panjatan, Lendah, Galur, Wates dan Kalibawang," katanya.

Ia mengatakan musim tanam kedua bawang merah dilaksanakan pada awal Agustus, dan diperkirakan akan panen pada awal Oktober. Usia tanaman bawang merah berkisar 65 hari sampai 70 hari, tergantung pada kualitas benih.

"Awal Oktober ini, di Kulon Progo memasuki masa panen bawang merah. Kami sudah mengimbau kepada petani untuk melakukan tunda jual, bila harga anjlok," katanya.

Selain itu, Eko mengatakan harga benih bawang merah di tingkat petani sangat tinggi, yakni Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kg. Sedangkan harapan dari Kementerian Pertanian (Kementan), harga benih bawang merah berkisar Rp25 ribu sampai Rp35 ribu per kg.

"Realita di lapangan, harga benih bawang merah sampai Rp60 ribu. Hal ini terjadi selisih yang sangat tinggi," katanya.

Selama ini, bawang merah diproduksi oleh petani, bukan perusahaan. Produksi benih tidak besar dan pemasarannya tradisional. Sehingga, posisi tawar benih bawang merah dari petani sangat tinggi.

"Petani yang akan menanam bawang merah tetap membeli benih, meski harganya tinggi. Selain itu, kran inpor juga tidak dibuka," katanya.

Kasi Produksi Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Agus Purwoko mengatakan pemkab atau dinas tidak memberikan subsidi atau bantuan benih kepada petani. Hal ini dikarenakan bantuan benih bawang merah diwajibkan harus berlabel.

Selama ini, dinas mengupayakan pengembangan benih lokal yang kualitasnya jauh lebih bagus dibandingkan dengan benih buatan perusahaan. Hanya saja, benih lokal bawang merah Kulon Progo masih dalam tahap mengurus label.

"Kalau ada kegiatan bantuan benih bersubsdi, akan kontraproduktif dengan apa yang telah kami programkan yakni penggunaan benih lokal," katanya.
KR-STR

Editor: Nusarina Yuliastuti

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga