Sabtu, 21 Oktober 2017

Dinkes Yogyakarta "sweeping" anak belum vaksin MR

id Dinkes Yogyakarta "sweeping" anak belum vaksin MR
Dinkes Yogyakarta
Petugas kesehatan memberikan vaksin Measles Rubella (MR) kepada siswa saat Kampanye Imunisasi Campak dan MR. ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra/aww/17.
Yogyakarta (Antara) - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta masih terus melakukan "sweeping" untuk memastikan sudah tidak ada lagi anak yang belum memperoleh vaksin measles rubella (MR) selama program kampanye Agustus-September di wilayah itu.

"Selama satu pekan ini kami akan melakukan `sweeping` karena masih ada sekitar tiga persen anak yang menjadi sasaran imunisasi measles rubella (MR) belum memperoleh vaksinasi," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia hingga akhir September sudah ada sekitar 97,16 persen anak wajib imunisasi MR yang memperoleh vaksinasi baik melalui sekolahan, posyandu atau melalui puskesmas.

Pelaksanaan kampanye pemberian imunisasi MR dilakukan di sekolah selama Agustus mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMP karena vaksin ini diberikan untuk anak hingga usia 16 tahun kurang dari satu hari.

Bagi pelajar SMA yang masih berusia 16 tahun kurang satu hari dan tidak tersasar imunisasi di sekolah, bisa memanfaatkan pelaksanaan imunisasi pada posyandu yang ada di masing-masing wilayah. Imunisasi MR di posyandu dilakukan September.

Di Kota Yogyakarta terdapat sekitar 103.000 anak yang tercatat menjadi sasaran imunisasi MR terdiri dari 82.887 anak di sekolah dan 20.264 anak di posyandu.

"Anak yang belum memperoleh imunisasi MR biasanya sedang sakit saat imunisasi diberikan. Oleh karena itu, harus ditunggu hingga sembuh dan kondisi badannya fit untuk memperoleh vaksin MR," katanya.

Imunisasi MR setelh program kampanye berakhir, lanjut Endang bisa diakses melalui puskesmas di masing-masing wilayah tempat tinggal mereka.

"Nantinya, tidak akan ada lagi imunisasi campak namun diganti menjadi imunisasi MR yang menjadi imunisasi wajib," katanya.

Imunisasi tersebut akan diberikan kepada bayi mulai usia sembilan bulan dengan perulangan yang terjadwal yaitu usia 18 bulan dan pada saat duduk di kelas 1 SD.

Kampanye imunisasi MR dilakukan agar Indonesia bebas campak dan rubella pada 2020. ***4***(E013)


Editor: Agus Priyanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga