Sabtu, 21 Oktober 2017

Pemkab: kebocoran retribusi wisata bukan penyimpangan petugas

id retribusi
Pemkab: kebocoran retribusi wisata bukan penyimpangan petugas
Icon Pantai Parangtritis Bantul D.I.Yogyakarta (Foto Antara)
Bantul, (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan `kebocoran` retribusi pariwisata yang terjadi di sejumlah tempat pemungut retribusi objek wisata daerah ini bukan karena penyimpangan petugas.

"Kami katakan kalau ada kebocoran retribusi itu bukan karena penyimpangan petugas, tetapi karena petugas kuwalahan melayani lonjakan pengunjung tempat wisata," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru di Bantul, Rabu.

Menurut dia, `kebocoran` atau tidak tertariknya retribusi pengunjung objek wisata di gerbang tempat pemungut retribusi (TPR) masih terjadi ketika bertepatan dengan libur akhir pekan atau libur nasional saat pengunjung wisata melonjak.

Hal itu, kata dia, mengakibatkan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata tidak sesuai dengan jumlah riil pengunjung yang masuk wisata terutama Pantai Parangtritis dan Depok karena perolehan berdasarkan penjualan tiket.

"Seperti saat event itu karena petugas piket hanya empat orang di TPR Induk Parangtritis dan Pantai Depok tiga orang, sementara antrean kendaraan wisatawan panjang hingga tidak muat di gerbang TPR, akhirnya banyak yang lolos dan tidak tertarik retribusinnya," katanya.

Selain itu, kata dia, adanya pelolosan kendaraan wisatawan yang hendak masuk ke objek wisata Pantai Parangtritis karena kebijakan pemerintah daerah guna mengantisipasi penumpukan kendaraan di atas Jembatan Kretek atau yang berada di utara TPR.

"Di TPR Induk Parangtritis itu kalau antrean kendaraan panjang sudah sampai Jembatan Kretek harus dikurangi, karena kalau terlalu lama berada di atas jembatan kurang baik dari sisi keamanan dalam jangka waktu panjang," kata Kwintarto.

Sementara itu, ia mengatakan, untuk menekan `kebocoran` retribusi pariwisata pantai, perlu ada penambahan petugas di TPR agar bisa memaksimalkan pelayanan kepada wisatawan, sehingga nantinya potensi pendapatan wisata Bantul dapat dioptimalkan.

"Pendapatan pariwisata sampai dengan saat ini sudah sebesar Rp11 miliar lebih, jadi harapannya nanti mudah-mudahan sampai selesai akhir tahun melampaui target. Target pendapatan wisata setelah APBD Perubahan itu sebesar Rp13,75 miliar," katanya.***1***

(KR-HRI)

Editor: Victorianus Sat Pranyoto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga