Seluruh paket pekerjaan sudah masuk lelang

Pewarta : id Yogyakarta

Pemkot Yogyakarta (Foto Istimewa)

Yogyakarta (Antara) - Bagian Layanan Pengadaan Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan seluruh paket pekerjaan yang masuk dalam anggaran murni 2017 sudah semuanya masuk lelang dan hanya ada beberapa yang masih dalam pengadaan.

"Semua paket pekerjaan sesuai dengan anggaran murni 2017 sudah seluruhnya masuk lelang. Hanya ada beberapa pekerjaan yang masih dalam proses," kata Kepala Bagian Layanan Pengadaan Kota Yogyakarta Sukadarisman di Yogyakarta, Minggu.

Pada APBD murni 2017, terdapat sebanyak 146 paket pekerjaan lelang dan hingga saat ini setidaknya ada dua pekerjaan yang masih dalam proses pengadaan, yaitu pemeliharaan gedung SD negeri yang tersebar di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Timur dan Barat.

Sukadarisman mengatakan bahwa paket pekerjaan yang masih dalam proses lelang dapat diselesaikan tepat waktu sehingga pekerjaan fisik tetap dapat diselesaikan sebelum tahun anggaran berakhir.

"Biasanya, hanya pemeliharaan kecil-kecil saja sehingga pekerjaan akan dapat diselesaikan dalam waktu singkat," katanya.

Secara keseluruhan, Sukadarisman menilai realisasi pekerjaan lelang dan tingkat keberhasilan lelang pada tahun ini dapat dikatakan lebih baik dibanding tahun lalu. Pada tahun ini, seluruh paket pekerjaan lelang sudah dapat dimasukkan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Yogyakarta pada akhir triwulan ketiga.

"Pada tahun ini, kami juga memperbanyak penggunaan e-katalog untuk pengadaan barang. Misalnya, kendaraan dinas sehingga proses lelang bisa diselesaikan lebih cepat dan lebih efisien," katanya.

Dari seluruh paket pekerjaan lelang, lanjut dia, hanya ada satu paket pekerjaan lelang yang gagal, yaitu pembangunan instalasi pengolahan air limbah di beberapa puskesmas.

"Kami sudah dua kali melalukan lelang untuk pekerjaan konstruksi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) puskesmas. Akan tetapi, tidak ada yang memasukkan penawaran. Mungkin, penyedia jasa sudah banyak mengerjakan proyek sehingga tidak mampu lagi mengerjakan proyek tambahan," katanya.

Untuk pekerjaan yang didanai melalui anggaran perubahan 2017, kata Sukadarisman, belum dimasukkan karena menunggu keputusan penetapan anggarannya.

"Mungkin akan lebih didominasi pekerjaan konsultasi dan bukan pekerjaan fisik karena waktu yang tersisa tidak terlalu banyak," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Fita Yulia mengatakan bahwa lelang pekerjaan pembangunan IPAL di lima puskesmas gagal karena tidak ada penyedia jasa yang bisa memenuhi syarat yang ditetapkan.

"Penyedia jasa harus memiliki ahli kesehatan lingkungan. Ini yang sulit dipenuhi sehingga pembangunan IPAL di puskesmas tidak bisa dilakukan tahun ini. Seharusnya, didanai menggunakan dana alokasi khusus," katanya.

Meskipun demikian, Fita mengatakan bahwa pengolahan limbah di puskesmas akan tetap dilakukan seperti biasa, yaitu memanfaatkan jasa pihak ketiga untuk pembuangannya.

"Jika pekerjaan konstruksi IPAL dapat direalisasikan, kami tidak perlu memanfaatkan jasa pihak ketiga untuk rutin menguras IPAL yang ada di puskesmas. Cukup melakukan pengolahan sendiri," katanya.

Walaupun demikian, Fita akan mencoba memasukkan rencana anggaran pembangunan IPAL di puskesmas tersebut dalam anggaran 2018 meskipun bertahap per satu puskesmas karena dana yang dibutuhkan cukup besar.

(E013)
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar