DIY tarik pemuda bertani melalui modernisasi alsintan

Pewarta : id alsintan

Ilustrasi (fotoantara/herysidik)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Dinas Pertanian Derah Istimewa Yogyakarta berupaya menarik minat generasi muda bekerja sebagai petani dengan modernisasi alat mesin pertanian.

"Generasi muda tidak mau terjun di bidang pertanian karena dinilai pendapatannya rendah," kata Kepala Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta Sasongko di Yogyakarta, Selasa.

Dengan mengenalkan alat mesin pertanian modern, menurut Sasongko, akan efektif menarik minta generasi muda menggeluti bidang itu.

Alasannya, ujarnya, akan menghilangkan kesan kotor dan kumuh, serta meningkatkan penghasilan petani.

"Kami akan berupaya meningkatkan pedapatan petani dengan alat pertanian modern sehingga mampu menarik minat generasi muda," katanya.

Dia mengatakan untuk mendukung upaya itu, Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Bank Indonesia (BI) telah membantu mengembangkan lahan percontohan "corporate farming" di sejumlah tempat di Bantul dan Sleman yang dilengkapi dengan berbagai komponen alat pertanian modern, seperti traktor, "rice transplanter", mesin dapog, "harvester".

Sasongko mengakui jumlah rumah tangga petani di DIY terus mengalami penurunan. Mengacu data Sensus pertanian Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, jumlah rumah tangga petani (RTP) di DIY pada 2013 mencapai 495.781 orang atau menurun dari 2003 yang masih mencapai 574.920 orang.

Dari jumlah itu, petani muda dengan rentang usia 15-44 tahun hanya sebanyak 122.900 petani atau 24,7 persen.

Jumlah petani dengan usia 45-54 tahun sebanyak 135,3 ribu petani atau 27,3 persen. Sisanya, 237.528 orang atau 47,91 persen merupakan petani dengan usia di atas 55 tahun.

"Anak-anak para petani saat ini banyak yang sudah tidak mau menjadi petani," kata dia.

(TL007
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar