Presiden komentari Rini antar minuman Menko Darmin

Pewarta : id Presiden komentari Rini antar minuman Menko Darmin

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kedua kanan), Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kiri), Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri), Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (ketiga kanan), dan Direktur ITDC Abdulbar

Mandalika (Antara) - Presiden Joko Widodo mengomentari respon Menteri BUMN Rini Soemarno yang tanggap mengantarkan minuman kepada Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution yang terbatuk saat memberikan sambutan pada peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

"Tadi Pak Menko batuk-batuk katanya semangat, padahal sebenarnya karena perokok berat. Pak Menko untung punya Menteri BUMN yang sayang ke Menkonya jadi mengantar air putih," kata Presiden Joko Widodo di Pantai Kuta Mandalika saat meresmikian KEK Strategis Pariwisata Nasional Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat.

Darmin menyampaikan sambutan sebelum Presiden Jokowi, tapi ia terbatuk-batuk saat mengungkapkan kebutuhan dana tambahan untuk pengelola pantai Mandalika, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

"Kami akan mendukung ITDC yang sedang mencari tambahan dana sebesar Rp3 triliun dari pasar untuk menyeselesaikan," kata Darmin yang terputus karena batuk.

Tak lama Menteri BUMN Rini Soemarno pun mengantarkan segelas air putih ke podium tempat Darmin berbicara sehingga Darmin dapat menyelesaikan sambutannya.

"Sehingga dengan selesai pembangunan insfrastrukur akan mendorong selesainya pemangunan di daerah ini," ungkap Darmin menyudahi pidatonya tanpa meminum air yang sudah disuguhkan oleh Rini.

Pada awal sambutannya, Darmin mengatakan bahwa di Mandalika Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dijadikan satu.

"Dalam mendorong pengingkatan kesejahteraan masyarakat berbagai upaya ini sangat diperlukan karena masyarakat kita sangat membutuhkan infrastruktur dan basis untuk berusaha. Pemerintah bekerja sama dengan pemerintah daerah mendorong pengembangan KEK, kawasaan industri dan kawasan strategis pariwisata nasional," kata Darmin.

Hingga saat ini terdapat 12 KEK yang telah ditetapkan, terdiri atas 8 KEK manufaktur yang fokusnya pada industri manufaktur dan 4 KEK pariwisata.

Dari 12 KEK itu sebanyakan 4 KEK sudah beroperasi yaitu Sei Mangke Sumatera Utara, Tanjung Lesung Banten, Palu Sulawesi Tengah dan Mandalika Nusa Tenggara Barat.

"Pagi ini Presiden meresmikan beroperasinya KEK Mandalika yang diharapkan sampai akhir tahun akan terdapat 2 KEK lagi yang beroperasi yaitu KEK Lhoksumawe dan Galang Batan di Bintan, 6 KEK lain baru akan beroperasi pada pertengahan tahun pertama 2018," ungkap Darwin.

Aliran investasi hingga Juli 2017 dalam bentuk komitmen investasi sebesar Rp221 triliun ke 12 KEK. Harapannya pada 2030 KEK dapat menarik investasi sebesar Rp726 triliun.

"Pembangunan dan pengelolaan Mandalika adalah PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang difokuskan pada kegiatan utama pariwisata bahkan diproyeksikan akan memiliki 10 ribu kamar hotel dengan target 2000 kamar hotel pada 2019, sirkuit balap kelas dunia, convention center dan 7 hotel yang diperkirakan akan sudah terealisasi pada 2019," jelas Darmin.

Satu hal yang perlu jadi perhatian adalah bagaimana masyarakat setempat dapat maksimalkan kehadiran KEK Mandalika untuk tingkatkan kesehanteraaan dan perlu didorong agar masyarakt setempat betul menjadi bagian pengembangan kawasan.

"Manfaat bagi masyarakat sebetulnya sudah terlihat bertumbuh pesat di luar kawasan. Sebelum kawasannya berkembang, masyarakatnya sudah mulai mengembangkan 'homestay', kafe dan industri kreatif dan perlu penataan dan standar yang baik agar jadi lingkungan yang menarik bagi pengembangan KEK Mandalika," jelas Darmin.

Untuk pembangunan infrasktruktur dasar, memanfaatkan penyertaan modal negara sebesar Rp250 miliar. ITDC telah mencatat aliran investasi sebanyak Rp13 triliun dengan Rp4,1 triliun yang sedang berjalan mencakup 5 hotel bintang 5 yakni hotel Pullman, Club Med, Royal Tulip, X2, dan hotel paramount dan "seawater reverse osmosis" berkapasitas 3000 meter kubik per hari.***3*** (D017) 

Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar